Kacang Mede

Kacang Mede

Bu Dedeh sebagai penduduk baru di komplek rumahnya, datang ke tempat tinggal tetangga sebelahnya yang dihuni oleh satu orang nenek-nenek.

Ibu Dedeh: “Permisi nek. Perkenalkan, nama saya Bu Dedeh. Saya penghuni baru tempat tinggal yang paling ujung itu.”

Nenek: “Oh, tetangga baru ya! Mari…mari…masuk. Silakan duduk dulu.”

Ibu Dedeh: “Aduh enggak usah nek, sekedar sebentar kok. Niatnya hanya mau datang sebentar buat silaturahmi, malah menjadi ngrepotin.”

Nenek: “Nggak apa-apa. Masuk aja!”

Di meja area tamu si nenek terkandung banyak sekali makanan kecil. Di tengah-tengah obrolan, Bu Dedeh sangat ingin mencicipi kacang mede yang tersedia di hadapannya.

Ibu Omas: “Wah, kacang medenya kayaknya enak nih, nek. Boleh aku cicipi, ya?”

Nenek: “Oh, iya…iya..boleh. Silahkan!”

Awalnya hanya beberapa buah kacang mede, Bu Dedeh sampai habis satu toples saking enaknya rasa dari kacang mede tersebut,

Ibu Dedeh: “Waduh, maaf nek. Kacang medenya sampai habis nih aku makan.”

Nenek: “Oh, nggak apa-apa Bu. Nenek terhitung nggak mampu makan. Maklum gigi nenek sudah nggak kuat. Jadi ceritanya nenek kan kerap dikirimin mirip cucu nenek coklat Metal Queen, namun nenek hanya mampu jilatin coklatnya aja. Daripada kacang medenya kebuang, ya nenek kumpulin aja semua ke dalam toples itu. Kalau abis ya tambah syukur, enggak kebuang.”

Bu Dedeh: %$^$

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *