Cerita Lucu Terbaru Saat Ingin Mancing

Cerita Lucu Terbaru Saat Ingin Mancing

Wakijan udah insyaf dan mulai rajin ngaji.

“Mas Wakijan, sholat Subuh ada berapa rakaat?” Ustad ngetes.

“4, ustad!”

“Mas Wakijan pulang dulu deh, cari jawaban yang benar.”

Di tengah jalan Wakijan ketemu Mukidi sahabatnya:Bandar Taruhan “Di, menurut anda sholat Subuh ada berapa rakaat?”

“Ya 2 lah.”

“Wah payah dah, mendingan lu pulang deh. Belajar lagi.”

“Emang kenapa?”

“Nah gue bilang 4 aja selalu salah, bahkan 2?”

Cerita Lucu Hebat memancing – Semua orang mengetahui bahwa Soeharto mempunyai hobby mancing. Semua orang termasuk mengetahui bahwa Soeharto kalau pergi memancing, pulangnya selalu membawa pulang ikan berukuran besar.

Beredar desas-desus bahwa sehari sebelum saat Soeharto mancing kebanyakan diterjunkan satuan IPAM berasal dari Korps Marinir atas perintah Komandan Paspampres. Konon mereka ini, tanpa sepengetahuan Soeharto, mendapat tugas untuk memasang moncong ikan berukuran besar pada mata pancing milik Soeharto.

Tujuannya apa kembali kalau bukan untuk menyenangkan Soeharto. Terus terang banyak kalangan, termasuk sejumlah menteri dan Feisal, penasaran dengan kebenaran ini. Untuk mengecek kebenaran sesudah itu Feisal dengan sejumlah menteri kemudian menyesuaikan sebuah acara mancing dengan di sebuah kawasan di kurang lebih Kepulauan Seribu.

Kali ini Feisal secara tertentu memanggil komandan marinir dan kepala staf angkatan laut. “Khusus kali ini aku tugaskan kalian agar pelihara wilayah perairan Kepulauan Seribu. Tolong jaga sebulan sebelumnya. Jangan sampai ada kapal lewat, atau seorangpun yang masuk ke air.Taruhan Bola Saya kali ini dambakan mengecek apa Soeharto sesungguhnya jago mancing,” kata Feisal.

Pada hari H berangkatlah Soeharto beserta Feisal dan sejumlah menteri. Tiba dikawasan yang udah dipilih, tiap tiap orang kemudian mengeluarkan pancingnya dan melempar kail. Teriakan pertama terlihat berasal dari Soeharto.

Rupanya pancingnya sukses mengkait sebuah ikan besar. Begitu berkali-kali. Padahal Feisal sendiri seperti halnya Habibie hanya dapat ikan seukuran kepalan tangan. Malah Harmoko belum dapat apa-apa.

Akhirnya Feisal pun yang penasaran memberanikan diri mendekati Bandar Taruhan  Soeharto.
” Pak, selalu terang kita kagum dengan kebolehan Bapak di dalam berkenaan memancing. Bisakah Bapak memberikan rahasianya kepada kami,” ujar Feisal.
” Lho, anda sepanjang ini belum mengetahui toh. Ah itu kan ringan saja. Ini lho,” ujar Soeharto tersenyum sambil menarik mata kailnya dan menyatakan sebuah plastik kecil bertuliskan ” menentukan : Makan Kail, Ikut P-4, atau Ikut Pembekalan “.

Author: work work

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *