Bikin Susah Nahan Ketawa Cerita Lucu Puasa Kocak

Bikin Susah Nahan Ketawa Cerita Lucu Puasa Kocak

Bulan Ramadhan merupakan bulan bersih yang penuh bantuan. Salah satu keistimewaannya ialah balasan yang dilipatgandakan dari seluruh kebaikan, ibadah, serta ibadah yang dicoba.

Salah satu kebaikan yang bisa Kamu jalani buat sesama merupakan dengan memberi narasi lucu yang bisa menghibur. Nah, ikuti 11 narasi lucu mengenai puasa yang dihimpun dari bermacam pangkal selanjutnya ini.

Tarawih

Narasi lucu mengenai puasa yang awal ialah berkaitan dengan sholat tarawih.

Idin:“ Ingin kemana kalian, Din?”

Udin:“ Tarawih lah supaya bisa balasan, memang mapak.”

Idin:“ Alah bilang aja lu ingin mencopet sandal.”

Udin:“ Jika ngomong mulutnya dilindungi yah, profit bulan Ramadhan. Jika tidak, udah terowongan lukisan lu din.”

Idin:“ Betul maaf, Din. Lah lalu mengapa itu sandal tidak lu gunakan tetapi justru ditenteng?”

Udin:“ Betul ini ingin terowongan tuker soalnya yang kemarin kesempitan. Hehehe.”

Iidn:“ Wooo dasar lu Din Din!”

Rujak

erita lucu mengenai puasa yang selanjutnya ialah mengenai rujak, seseorang bunda, serta seseorang anak.

Anak:“ Mah, jika lagi puasa lalu pergi air matanya itu tertunda tidak mah?”

Ibu

:“ Tidak tertunda, nak.”

Anak:“ Alhamdulillah, tidak tertunda. Yeeeee.”

Ibu

:“ Memang mengapa kenapa sampe pergi air mata? Kalian pilu, nak?”

Anak:“ Tidak, mah. Ini abis makan rujak. Pedes sangat mengerti mah. Sampe pergi air mata ini.”

Bunda:“ Astaghfirullah. Makan bilangin ke Papah kalian betul!”

Soto

Narasi lucu mengenai puasa yang selanjutnya ialah mengenai narasi Ujang, si Ustadz, serta soto.

Ujang:“ Assalamuaiakum, ustadz.”

Ustadz:“ Wa’ alaikum damai.”

Ujang:“ Aku ingin menanya, apakah bisa dikala berpantang kita berkumur- kumur dengan kuah soto?”

Ustadz:“ Kita tidak bisa berkumur- kumur dengan seluruh suatu yang mempunyai rasa. Terlebih rasa mau mempunyai.

Ujang:“ Bagus, dapat kasih, Ustadz.”

Baper

Narasi lucu mengenai puasa yang keempat ialah mengenai Susi, Saep, serta baper.

Susi:“ Baper saya, abang.”

Saep:“ Makan, mbak.”

Susi:“ Puasa, abang.”

Saep:“ Tuturnya baper.”

Susi:“ Itu laper abang woy!”

Saep:“ Hehe. Oh iya betul. Maklum laper.”

Author: work work

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *